duh gusti sembuhkanlah, tapi sejatinya aku tak ingin sembuh,
lapangkanlah, bahwa memang sebenarnya hanya perlu untuk mengikhlaskan,
seperti sang rahman dan rahim, kasihnya sempurna, sirri, tak pamrih dan tak siapapun bisa menterjemahkan,
kenapa harus cemburu? kenapa harus sakit hati? kenapa harus marah? kenapa pula harus memaksa hendak?
tak siapapun mempunyai kehendak atas siapapun,
kecuali dia yang maha berkehendak.
manusia hanya bisa berdoa...
goodnight, 090813
hampir saja, dan dirimu adalah amanah tak bisa kulepas,
sepertinya telah benar-benar menjadi bagian hidup, kehilangannya adalah lumpuh,
apa boleh buat, tengada saja meski tak cukup, tapi paling tidak aku masih berharap,
wajahmu yang "entah" bisa benar berpaling... 110813
semoga batin kita tetap saling merasa,
dia mengenangnya lagi, tak apa jika itu bisa melepas duri yang melekat dibatang mawar, inilah wujudku budak tak berdaya, tak berhak gelandang berharap kasih sang ratu, karena Tuhan berkuasa atas segalanya. biarlah arus yang menggiringku sekalipun keruh, 240813
menikmati kesendirian? benarrkah mawar lebih nyaman dan senang dengan kesendirian?, maka aku harus kembali menenggelamkan diri, sembunyi di semak-semak kerinduan, sampai tak terlihat, dan mawar bisa mekar tanpa benalu.
masih kuanggap bunga itu anugrah, seberapapun racunnya ia tetap bunga, makhluk yang mengindahkan, cukup membiarkan dia mekar, meski sebenarnya aku ingin menjadi air yang setiap pagi sore menyiraminya, tapi entah jika malah semakin layu,,, hanya berharap pada hujan atau yang lain.
ah kenapa tak kupetik saja... mati 25813
No comments:
Post a Comment