Thursday, September 5, 2013

Helai

Andai punya sedikit keberanian, kaki akan berdiri lebih lama, jemari juga akan menghelai rambut indah itu, dan kemudian kutinggalkan kau bersama kecupan kening selamat malam.

Kukira malam ini tak akan datang, karena matahari tadi sepertinya cukup panas dan melelahkan untukmu, serta sengaja tak kusiram air, sekali lagi aku ingin melihat apakah wangimu masih ada atau sudah tergerus keringat.

Benar, matahari dan malam hanyalah ruang dan waktu, datang dan menghilang, sementara (kuharap) kita mampu terus melebur didalamnya... dan ia tak menjadi soal lagi.
Terimaksih Tuhan, sang maha kasih.

No comments:

Post a Comment